Cara Membuat Rencana Bisnis

Cara Membuat Rencana Bisnis

Rencana bisnis dapat ditulis dalam berbagai cara, tergantung pada jenis bisnis yang kamu mulai dan audiens yang kamu targetkan. Dalam bentuk tradisional, ada tujuh bagian, masing-masing menjelaskan aspek berbeda dari bisnis kamu. Panjang rencana akan bervariasi, tergantung pada audiens yang dituju dan kematangannya. Sebagian besar rencana digunakan untuk mendorong investor atau memenuhi syarat untuk mendapatkan pinjaman, tetapi juga merupakan alat yang sangat baik untuk menjaga kamu tetap pada jalurnya sebagai pemilik bisnis.

Rencana bisnis kamu harus menyertakan deskripsi lengkap tentang produk atau layanan yang akan kamu tawarkan. Kamu akan ingin menjelaskan mengapa kamu telah mengidentifikasi kebutuhan pasar dan bagaimana produk kamu akan memenuhi kebutuhan itu. Kamu juga ingin mengetahui kekuatan dan kelemahan apa yang dimiliki pesaing kamu di bidang ini. Rencana selanjutnya harus merinci tim manajemen dan karyawan kunci lainnya. Menggunakan bagan organisasi dan menggambarkan departemen akan membantu kamu mengatur informasi kamu.

Setelah membuat garis besar untuk rencana bisnis kamu, kamu pasti ingin memutuskan informasi apa yang akan kamu sertakan dalam dokumen kamu. Sangat penting untuk menjadi jelas tentang tujuan kamu dan kemampuan tim kamu. Jika kamu memiliki superstar di tim manajemen kamu, kamu dapat menyoroti orang itu di bagian manajemen bisnis kamu. Sebuah rencana bisnis dapat membuat atau menghancurkan bisnis baru. Sangat penting untuk dapat mempresentasikan bisnis kamu dengan cara yang menarik perhatian investor dan pemberi pinjaman.

Setelah kamu memilih industri dan pasar, kamu pasti ingin menulis rencana bisnis kamu. Rencana kamu harus menguraikan struktur perusahaan, di mana lokasinya, dan sejarahnya. Bagian keuangan kamu harus menyertakan perkiraan penjualan dan laporan arus kas. Rencana bisnis kamu juga harus menyertakan neraca dan laporan laba rugi. Bergantung pada ukuran bisnis kamu, kamu mungkin juga ingin menyertakan lampiran pada rencana kamu dengan detail tambahan tentang produk atau layanan kamu.

Sebuah rencana bisnis harus berisi sejarah dan visi perusahaan. Sejarah dan visi harus dijelaskan secara rinci, tetapi tidak boleh terlalu rinci. Itu juga harus memberikan rincian lokasi perusahaan saat ini, termasuk fasilitas yang dimilikinya. Misalnya, jika bisnis melayani konsumen, bagian ini sangat penting. Jika rencana difokuskan pada penjualan, maka strategi penjualan dan pemasaran sangat penting.

Langkah selanjutnya adalah menentukan target audiens. Pasar adalah tempat terbaik untuk menggambarkan produk atau layanan kamu. Segmen pasar akan menentukan jenis pelanggan yang kamu miliki. Semakin spesifik target pasar kamu, semakin spesifik rencana bisnis kamu. Selain pasar, kamu juga harus membuat daftar persaingan. Kamu juga harus menyertakan produk dan layanan kamu. Di bagian “Pemasaran”, kamu akan menguraikan lanskap kompetitif bisnis kamu.

Langkah selanjutnya dalam membuat rencana bisnis adalah menganalisis situasi keuangan perusahaan saat ini. Analisis keuangan harus memberikan gambaran lengkap tentang kinerja masa lalu perusahaan dan pertumbuhan yang diharapkan. Jika kamu berencana mempekerjakan karyawan, kamu juga harus menunjukkan bahwa kamu mampu melakukan penggajian. Namun, kamu harus realistis tentang proyeksi pendapatan dan keuntungan kamu. Kamu harus menggunakan bahasa yang sama di seluruh dokumen kamu.

Rencana bisnis kamu harus memiliki ringkasan eksekutif. Ini adalah gambaran singkat tentang bisnis kamu. Panjangnya tidak boleh lebih dari satu halaman dan tidak boleh lebih dari dua halaman. Bagian selanjutnya adalah bagian peluang, yang menjawab pertanyaan terkait produk atau layanan kamu. Bab peluang juga harus mencakup pertanyaan seperti apa yang dibutuhkan pelanggan kamu dan seberapa banyak persaingan yang ada. Bab berikutnya adalah pelaksanaan rencana kamu. Ini akan mencakup rencana penjualan, pemasaran, dan operasi. Bagian terakhir harus berisi metrik dan tonggak pencapaian yang akan membantu kamu mengevaluasi kesuksesan kamu.

Pada akhirnya, rencana bisnis harus ringkas. Panjangnya tidak boleh lebih dari 20 halaman. Rencana bisnis harus ditulis dengan bahasa yang jelas dan sederhana. Juga harus jelas apa yang dicari audiens kamu. Selain itu, harus mudah dipahami. Jika audiens target bukan pemilik bisnis, rencana bisnis harus berisi rincian keuangan dari pesaing yang sukses. Ini akan memberi kamu kesempatan untuk membuktikan keahlian dan potensi bisnis kamu.

Leave a Reply

Your email address will not be published.