Beberapa Kesalahan Umum Ketika Buat Portofolio Desain

Beberapa Kesalahan Umum Ketika Buat Portofolio Desain

Pengertian portofolio masih belum jelas batasannya jika dibandingkan dengan pengertiannya dalam Curriculum Vitae. Namun, mari kita definisikan terlebih dahulu. Kami akan mencapai konsensus tentang definisi. portofolio karena merupakan kumpulan informasi tentang integritas profesional seseorang yang dikumpulkan dalam beberapa halaman, baik dalam bentuk file digital maupun kertas. Saat ini, portofolio memainkan peran penting di tempat kerja dan juga dalam memenangkan tender untuk proyek. Portofolio membantu manajer proyek dan pemberi kerja mengevaluasi kualitas pekerjaan kamu di bidang tertentu.

Sebagai manajer portofolio dituntut untuk mempertimbangkan untuk mengubah cara pandang kamu ketika kamu menjadi penilai portofolio. Faktor apa yang memengaruhi penilaian yang kamu buat? Faktor utama adalah estetika yang meliputi desain grafis, desain kertas dan bentuk tulisan outline, layout, dan outline. Yang lainnya adalah konten, termasuk lulusan institusi telah selesai, pengalaman kerja dan proyek mereka selesai, serta informasi pribadi. Hindari kesalahan membuat portofolio desain kamu seperti orang lain.

Kesalahan Portofolio Desain

1. Sertakan Usia

Meskipun tampak mudah, ini sebenarnya adalah salah satu kesalahan yang lebih sering kamu temukan dalam portofolio apa pun. Desainer mungkin perlu memberikan beberapa detail pribadi untuk membuat portofolio tampak lebih pribadi, namun, hal itu tidak dinyatakan secara tepat. Faktor usia tidak atau seharusnya tidak menunjukkan jumlah pengalaman yang dimiliki seseorang. Jika kamu benar-benar ingin mengklaim bahwa kamu adalah seorang desainer ahli, mungkin lebih baik untuk mengubah deskripsi usia kamu menjadi sesuatu seperti “Saya telah merancang situs web untuk sekitar 1000 perusahaan teratas selama lebih dari 10 tahun.” Sebagian besar manajer proyek atau klien yang melihat portofolio kamu tidak memikirkan usia. Oleh karena itu, kamu harus menjelaskan dan membuktikan apa yang telah kamu capai dengan memberikan contoh yang valid.

2. Daftar Terlalu Banyak Pekerjaan

Kesalahan lain dalam portofolio desain adalah bahwa banyak desainer memasukkan semua pekerjaan mereka ke dalam portofolio mereka, bahkan yang dibuat saat di sekolah atau di perguruan tinggi. Penting untuk diingat bahwa kamu sedang membuat portofolio resmi. Jika kamu ingin terlihat lebih profesional, kamu harus membuat situs portofolio online yang memamerkan karya kamu. Namun, ketika memilih bagian yang ingin kamu tambahkan ke portofolio kamu, pastikan itu dapat menarik perhatian dan rasa ingin tahu pelanggan potensial. Paling tidak, kamu harus memilih karya yang luar biasa sehingga kamu juga terkesan dengan seninya.

3. Kurang Percaya Diri

Ada banyak portofolio individu muda dan berbakat yang tampaknya meragukan kemampuan mereka. Hindari frasa pasif seperti “Saya harap di masa depan saya bisa mencapainya..” atau “Saya baru saja memulai pekerjaan baru saya.” ..”. Frasa seperti itu dapat merusak kepercayaan diri dan menyebabkan calon pelanggan meragukan kualifikasi kamu sebagai desainer grafis profesional. Waspadalah terhadap bahasa pasif yang menunjukkan kurangnya rasa percaya diri kamu.

4. Menunjukkan Kelemahan

Belakangan ini ada tren yang menarik untuk membuat portofolio yang tidak hanya menunjukkan bakat kamu dan juga kelemahan kamu. Pendekatan yang khas adalah menggunakan gambar atau ilustrasi kecil dan diikuti dengan judul kemampuan untuk menunjukkan derajat keahlian di bidang tersebut. Jika kamu menggunakan metode ini, pelanggan kamu akan langsung melihat titik lemah kamu, bukan kemampuannya. Jadi, kamu disarankan untuk berhenti menggunakan strategi ini karena gambar seperti ini bukanlah strategi pemasaran yang bagus.

Leave a Reply

Your email address will not be published.